PENANAMAN BIBIT POHON JATI BELANDA

KEGIATAN SOSIAL

  1. A.    JUDUL PROGRAM

Penanaman bibit pohon jati belanda untuk penghijauan lahan tandus di wilayah Tianyar Karangasem

 B.        LATAR BELAKANG MASALAH

            Kecamatan Kubu memiliki luas wilayah 181,89 km2 merupakan salah satu daerah paling kering (kritis) di Kabupaten Karangasem. Luas lahan kritis di Kecamatan ini kurang lebih 75% dari total luas wilayah, salah satunya di Desa Tianyar. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: curah hujan yang  rendah, banyak pohon yang digunakan sebagai kayu bakar, dan merupakan daerah bekas letusan gunung Agung pada tahun 1963. Keadaan lahan tandus seperti ini dan ditambah dengan rendahnya tingkat pendidikan serta kurang tersedianya lapangan pekerjaan menyebabkan meluasnya kemiskinan di wilayah tersebut. Rendahnya tingkat pendidikan dan ketrampilan yang dimiIliki juga mengakibatkan masyarakat kurang bisa bersaing untuk mendapatkan pekerjaan di luar. Kondisi ini juga diperburuk dengan lokasi beberapa desa yang terisolasi yang menyebabkan kurang terpenuhinya berbagai kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan sehat serta pendidikan yang layak.

Mata pencaharian utama masyarakat Tianyar, Karangasem terutama di sektor pertanian dan perternakan. Untuk sektor pertanian biasanya mengembangkan tanaman semusim seperti kacang-kacangan, ketela pohon, ketela rambat, jagung dan sebagainya. Jenis-jenis tanaman ini tidak optimal hasinya karena keadaan geografis yang relatif kering, tanah berbatu & berpasir dan kurangnya pasokan air terutama pada musim kemarau. Di sektor pertenakan, masyarakat memelihara unggas ayam, sapi, kambing  dan babi dalam skala kecil. Selain itu, masyarakat juga membuat kerajinan gula aren dan tuak. Masyarakat biasanya menjual hasil ternaknya setiap tahun untuk membayar pajak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan hanya bergantung pada sektor tersebut, maka penghasilan masyarakat relatif rendah. Hal ini mempengaruhi dalam pembangunan rumah yang kondisi kurang memadai, tidak terfikirkannya kesehatan pribadi dan lingkungan serta tidak mampu menjangkau pendidikan. Sehingga masyarakatnya banyak pula yang memilih merantau untuk  menjadi gepeng ke daerah-daerah di Bali.

Untuk itu perlu adanya penghijauan di daerah tandus Tianyar, Karangasem ini. Penanaman bibit  pohon jati belanda merupakan salah satunya karena sesuai karakter pohon ini kuat bertahan lama di daerah tandus dan cepat tumbuh besar.

Tanaman pohon jati belanda, tinggi lebih kurang 10 meter. Batang keras, bulat, permukaan kasar, banyak  alur, berkayu, bercabang, warna hijau keputih-putihan. Daun tunggal, bulat telur, permukaan kasar, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal berlekuk, pertulangan menyirip, panjang 10-16 cm, lebar 3-6 cm, warna hijau. Bunga tunggal, bulat di ketiak daun, warna hijau muda. Buah kotak, bulat, keras, permukaan berduri, warna hitam. Pohon jati belanda ini sangat mudah untuk dikembangbiakan karena pemeliharaannya hanya dengan pemupukan, pengairan, penyiangan, pandangiran dan pemberantasan hama penyakit. Sehingga jika dilakukannya penanaman bibit pohon jati ini di daerah tandus Tianyar, Karangasem maka masyarakat akan sangat mudah dalam ikut menjaga pemeliharaan pohon tersebut nantinya.

Pohon jati belanda memberikan manfaat tinggi bagi kehidupan masyarakat yakni daunnya untuk makanan ternak, kayu untuk bahan bangunan dan dapat berfungsi  penghijauan kawasan sebagai penyimpan air.  Selain itu, pohon jati belanda ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi sehingga penghijauan dengan menanam pohon ini juga mampu memberdayakan masyarakatnya dibidang ekonomi sosial.

Proses pengolahan lahan dan penanaman

  1. Persiapan Lahan

Lahan yang akan ditanami dengan pohon jati belanda. Lahan tersebut  dibersihkan dari semak-semak belukar,sampah-sampah dan ranting yang ada disekitar sana.

  1. Pembuatan Lubang

Setelah lahan bersih dilakukan pengukuran jarak jati belanda untuk di tanam. Jarak penanaman  adalah 2 x 2 meter. Tanah digali dengan ukuran lebar lubang adalah 40 x 40 cm dengan kedalaman 40 cm. Tanah bagian atas dicampur dengan kurang lebih 5 kg pupuk kandang, diaduk-aduk sampai rata dan kembalikan kebagian dasar lubang.

  1. Penanaman
    Lepaskan polybag tanaman kemudian tanam bibit jati belanda ditengah-tengah lubang yang telah dipersiapkan, lalu tutup dengan tanah bagian bawah yang tidak tercampur apapun.
  2. Pemberian vaksin

Vaksin dicampur dengan air, kemudian disiramkan pada tiap pohon jati yang baru ditanam. Usahakan vaksin yang telah dicampur air tersebut sampai kedalam tanah. Pemberian vaksin dilakukan setelah pohon jati ditanam antara 1 s.d 2 minggu.

Dengan kemampuan khusus untuk menjaga siklus klimatologis di daerah tempat pertumbuhannya, tanaman jati belanda ini merupakan penyumbang penting bagi terjadinya kelangsungan ekosistem yang secara natural. Dibuktikan dengan gugur daun di musim kemarau mengalirkan cadangan air tanah, dan kembali berdaun lebat saat datang musim hujan.

  1. C.       PERUMUSAN MASALAH

            Dalam program ini adalah bagaimana penanaman pohon yang dapat tumbuh di lahan yang tandus untuk meningkatkan penghijauan lahan tandus dan meningkatkan sumber daya alam yang ada di wilayah Tianyar, Karangasem.

  1. D.       TUJUAN PROGRAM

            Tujuan program ini adalah      :

Melakukan penanaman pohon yang dapat meningkatkan penghijauan lahan tandus dengan penanaman pohon jati belanda di wilayah Tianyar, Karangasem.

  1. E.        LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dari program ini adalah penanaman pohon untuk penghijauan lahan tandus dengan menanam pohon jati belanda untuk  meningkatkan sumber daya alam di wilayah Tianyar, Karangasem.

  1. F.        KEGUNAAN PROGRAM

Kegunaan program penanaman pohon untuk penghijauan lahan tandus dengan menanam pohon jati belanda untuk  meningkatkan sumber daya alam di wilayah Tianyar, Karangasem.

  1. Meningkatkan sumber daya alam dengan penanaman pohon jati belanda
  2. Melestarikan lingkungan di lahan yang tandus
  3. Memberdayakan masyarakat sekitar
  1. G.       TINJAUAN PUSTAKA

Kondisi lingkungan yang tandus di Desa Tianyar memang sangat perlu diperhatikan karena hal ini berdampak pula pada keadaan ekonomi dan sosial masyarakat setempatnya. Sehingga masyarakatnya banyak yang merantau untuk menjadi gepeng. Untuk itu perlu adanya penghijauan yang dilakukan untuk mengatasi kondisi lingkungan yang tandus tersebut yang sebenarnya memiliki potensi sumber daya alam yang cukup tinggi, salah satunya dengan penanaman bibit pohon jati belanda disana. Penanaman bibit pohon jati belanda selain untuk penghijauan, juga dapat untuk pemberdayaan masyarakat Desa Tianyar karena pohon jati belanda ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Ini pernah dibuktikan dengan dilakukannya hal yang sama di Desa Sukerena, Kubu Karangasem, dan hal itu sangat menarik masyarakat disana untuk mengembakbiakannya.

  1. H.        METODE PELAKSANAAN PROGRAM
  1. 1.      Tahap pra pengiriman proposal

Tahap-tahap yang dilakukan meliputi:

a. Pengumpulan Fakta

Tahap ini adalah untuk mengumpukan fakta, dimana setelah penanaman ini dilakukan masyarakat dapat ikut menjaga kelestarian lingkungan

b. Identifikasi dan Perumusan Masalah

Pada tahap ini kami mencoba merumuskan dan memberikan batasan pada permasalahan yang sudah kami miliki pada saat mengumpulkan fakta seperti kemampuan masyarakat nantinya dalam memelihara pohon jati belenda ini.

c. Study Literatur

Untuk dapat menjalankan kegiatan ini maka kami melakukan study literatur. Literatur yang kami gunakan berupa artikel-artkel dari beberapa website yang memuat tentang jenis-jenis pohon yang dapat ditanam di lahan yang tandus.

  1. 2.       Pasca Persetujuan Proposal/Pelaksanaan Program

Tahap ini meliputi beberapa kegiatan yaitu dengan cara sebagai berikut:

a. Survey Lokasi

Pada tahap ini mencari lokasi yang tepat untuk yang dijadikan lokasi penanaman pohon jati  belanda di salah satu daerah di Tianyar, dimana daerah tersebut memang sangat perlu diadakannya penanaman pohon.

b. Persiapan Kerangka Kerja

Kerangka kerja pelaksanaan yang akan dilakukan dibuat semaksimal mungkin dan dilengkapi dengan data-data yang telah ada. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan Pemerintah Desa Tianyar bahwa penanaman pohon jati belanda ini sangat bermanfaat untuk ditanam di lahan yang tandus.

c. Kerja sama dengan Pemerintah Desa Tianyar Kubu, Karangasem

Pada tahap dilakukan rencana kerja yang akan diajukan kepada pemerintah Desa Tianyar, Karangasem agar mendapat persetujuan dari pemerintah setempat untuk pelaksanaan program ini.

d. Monitoring

Monitoring ini dilakukan sebagai langkah akhir apakah masyarakat Desa Tianyar ikut beperan serta dalam menjaga pemeliharaan penanaman pohon jati belanda ini.

I. JADWAL KEGIATAN

No

Nama Kegitan

Minggu ke-

I

II

III

IV

V

VI

VII

1

Survey tempat (lokasi)

X

 

 

 

 

 

 

2

Persiapan kerangka kerja

 

X

X  

 

 

 

3

Proses pendekatan kepada kepada pemerintah Desa Tianyar

 

 

X

X

 

 

 

4

Proses pelaksaan kegiatan

 

 

 

X

X

 

 

5

Monitoring kerangka kerja yang telah dilaksanakan dan pemeberian vaksin

 

 

 

 

X

X

X

6

Pembuatan laporan kerja

 

 

 

 

 

X

X

J.      RENCANA BIAYA

Biaya yang dikeluarkan selama 7 minggu ini dilaksanakan adalah    :

  1. Survey tempat                                                                                Rp. 500.000
  2. Penyiapan dan penggandaan modul                                               Rp. 50.000
  3. Pembuatan laporan                                                                         Rp. 50.000
  4. Pembelian alat  seperti :
  • Cangkul 10 buah x @ Rp. 50.000                                              Rp. 500.000
  • Alat ukur                                                                                     Rp. 100.000
  • Sabit 3buah x @ Rp. 30.000                                                      Rp. 90.000
  1. Pembelian bahan seperti :
  • Ø Bibit pohon jati belanda 500 pohon x @ Rp. 8.000                Rp. 4.000.000
  • Ø Pupuk kandang 500 pohon x 5kg perpohon x@Rp. 5.000    Rp. 1.250.000
  • Ø Vaksin 500 pohon x 0,05 kg per pohon x@ Rp. 15.000        Rp. 375.000
  1. Monitoring                                                                                Rp. 300.000
  2. Dokumentasi kegiatan                                                              Rp. 100.000

 

Total pengeluaran                                                                              Rp. 7.315.000

  1. K.     DAFTAR PUSTAKA

Kami mendapatkan referensi dan pengetahuan- pengetahuan yang mengacu pada kegiatan sosial yang akan kami laksanakan ini seperti :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s